Untuk Jiwamu…. ( yang sebenarnya rapuh…)

Pada jiwa-jiwa yang gelisah…
Meradang dalam pengembaraan panjang
Angkara membalut sukma…
Tegak dalam kesombongan yang penuh.

Angkuhmu tak gentarkanku,
Wahai jiwa yang sesungguhnya rapuh
Ocehan yang kau busungkan
Seolah nyatakan ria hati

Tampak kesemuan membungkus celoteh jalananmu….

Terasa perih ke dalam jiwa hampa…

Lihatlah diri dan sudahi mimpi…
Raga terhenyak pada nyata
Ingkar hati yang kau lukis
Tak berumur panjang meski kau tentang

Pada jiwa-jiwa yang resah…
Kembali pada rohmu yang sejati
Nurani berjiwa suci…..

Solo, 5 Augt 11 ßß4vR….

Yang Tertinggal………..

Kenangan telah diukir
Memori pun tergores sudah
Lalui suka duka
Sangat terkesan
Begitu mendalam

Saat sekarang harus tinggalkan masalalu
Saat sekarang harus hapuskan cerita lalu
Saat sekarang harus rela lupakan tembang rindu
Biarlah…pergilah….menjauhlah …

Tapi bukan… tapi tidak….untuk yang ini

Satu yang tak bisa tinggalkan
Satu yang tak bisa hapuskan
Satu yang tak bisa lupakan

Segala tentangmu masih bersemayam di hati
Rasa ini masih milikmu
Rindu ini hanya untukmu…..

To Panda
Jogjakarta, 1 Januari 2011
00.15

Rinduku Masih Untukmu……..

Tubuh menghangat….
Panas mengaliri setiap pori-pori
Nanar pandangan
Bawa aku terbang…..

Tak tahu tujuan
Melayang…
Kemana aku menuju??

Bumi menelanku
Awan melumat asa…
Tenggelamkan mimpi

Tangis tak lagi mampu
Hentikan langkah
Kau……..
Berlalu…….

Tanya tak terjawab
Jerit tak kau hirau
Ratap tak lagi kau dengar
Lelah mendera, karena sebuah ingkar

Rindu, dendam masih untukmu…

Solo, 24 Desember 2010
12.30

Andai……….

Andai boleh aku jujur…
Mengapa rasa ini hadir…
Dan bersemayam begitu indah
Mengapa rasa ini memeluk erat hatiku

Andai boleh aku meminta
Ku ingin rasa ini hilang
Ku ingin rasa ini terbang
Hinggap pada hati yang kau inginkan

Andai boleh ku memohon
Bimbing aku tuk membencimu
Lenyapkan rasa ini hingga terbebas dari belenggu
Karena mencintaimu…………

Semoga kau mengerti “rasa” ini hanya untukmu…..
Panda…..

Solo, 30 Juli 2010 11.45

HARAP YANG BERPENDAR

Hembusan bayu lembut terpa wajah yang beku.
Meski dingin menyerta…
Ku rasai jua sensasi syahdu sentuhan itu

Terpaku di senyapnya malam
Terdiam nanar edarkan pandang
Celoteh binatang malam
Beri irama dalam kesunyian

Kehampaan yang menyergap
Mencuri setengah hati yang tersingkir
Lalui kesunyian tak berbatas

Coba kuak misteri, mata terdampar..
Pada hamparan air berkilauan tertimpa cahaya sang dewi malam.
Pun mendung coba menggelayut
Tak mampu hilangkan pesonanya.

Begitu terbersit sebuah asa
Harap menyeruak
Rasa itu selalu bersinar
Rasa itu selalu berpijar

Semayam dalam hati nan suci
Laksana air keperakan yang tercipta cahya rembulan
Bawa kesejukan bagi hati yang terbuang

Saat ini dan selamanya
Itu harap yang kini tersisa
Rasa itu selalu ada, bertumbuh…

Mencapai ujung harapnya…

Solo, 12 September 2009 Just For KAy…………

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.