HARAP YANG BERPENDAR

Hembusan bayu lembut terpa wajah yang beku.
Meski dingin menyerta…
Ku rasai jua sensasi syahdu sentuhan itu

Terpaku di senyapnya malam
Terdiam nanar edarkan pandang
Celoteh binatang malam
Beri irama dalam kesunyian

Kehampaan yang menyergap
Mencuri setengah hati yang tersingkir
Lalui kesunyian tak berbatas

Coba kuak misteri, mata terdampar..
Pada hamparan air berkilauan tertimpa cahaya sang dewi malam.
Pun mendung coba menggelayut
Tak mampu hilangkan pesonanya.

Begitu terbersit sebuah asa
Harap menyeruak
Rasa itu selalu bersinar
Rasa itu selalu berpijar

Semayam dalam hati nan suci
Laksana air keperakan yang tercipta cahya rembulan
Bawa kesejukan bagi hati yang terbuang

Saat ini dan selamanya
Itu harap yang kini tersisa
Rasa itu selalu ada, bertumbuh…

Mencapai ujung harapnya…

Solo, 12 September 2009 Just For KAy…………

ku masih ada

Hari ini tiga tahun yang lalu
Masih dalam dekapan erat dingin sisa semalam
Hari ini tiga tahun yang lalu
Masih dalam buaian semalam

Hari ini tiga tahun yang lalu
Ada asa, ada cita, ada harap mimpi kan jadi nyata

Sesaat tiba pada akhirnya …
Hancurkan istanaku, hempaskan seluruh anganku
Mimpi-mimpiku, harapanku
Bahkan ‘rasa’ itu…

Sesaat tiba pada akhirnya
Ku terpana ..asaku terbang bagai debu yang terhempas
Mataku nanar ku tak tahu ada apa dengan diriku, ragaku..?

Kemana ‘rasa’ itu yang dulu selalu iringi setiap hembusan nafasku

Hari ini setelah tiga tahun berlalu
Ku tak akan diam angkaramu ambil jiwaku
Hari ini setelah tiga tahun berlalu
Ku tak bisu meski kau tulikan telingaku

Hari ini setelah tiga tahun berlalu
Ku melihat meski kau butakan mataku
Hari ini setelah tiga tahun berlalu
Ku berjalan meski kau ambil kakiku

Hari ini setelah tiga tahun berlalu
Ku bisa me’rasa’…
Karena hatiku tetap ada

Ku tak diam meski kau ambil semua
Karena hatiku masih ada cinta
Dia yang wujudkan citaku, asaku dan segala yang ku mau

Terimakasih cinta kau setia..

27 Mei 2009 untuk sahabatku terkasih….Panda

SATU PINTAKU

Tuhan…
Aku bukan siapa – siapa ketika ungkapkan ini semua
Mengapa ‘ada’ kan dia begitu rupa
Dari semua keindahan yang tercipta dia yang sempurna

Tuhan…..
Aku bukan siapa – siapa ketika harus angkara
Mengapa belenggukan dia di sana
Biarkan dalam tirani jiwa Baca entri selengkapnya »

NYATA… PADA AKHIRNYA

Tik…tik…tik…..
Iramanya kelam iringi malam
Terhempas angan di kejauhan
Berpeluk sejuta harap hangat melekat

Kenang mimpi – mimpi selimuti hati
Hanyut dalam tanya
Yakinkan diri hingga berkaca
Erat dalam cengkeram
Harap dunia tergenggam
Pun bulan hadir di pangkuan Baca entri selengkapnya »

Selamat Datang..

Detak detik jam yang berlalu melaju tanpa ragu
Berpacu tuk segera tinggalkan masa itu
Masa yang sebentar lagi akan jadi masa lalu


Masa lalu….?


Irama tak beraturan penuhi rongga dadaku
Pacu jantungku jelang hari baru yang akan datang
Bayang ketakutan cerita yang tlah lalu coba kacaukan pikirku Baca entri selengkapnya »